Kisah Teladan Nabi

Kisah Teladan Nabi

Kisah Teladan Islam - Rasulullah Muhammad SAW merupakan pribadi yang paling utama di antara sekian banyak umat manusia. Dia memiliki kesabaran yang luar biasa.

Pernah Rasulullah mendapat sebuah tamparan dari seorang Badui. Ini karena dia memutuskan tali penarik timba air, yang menyebabkan timba itu terhanyut ke dalam sumur.

Anas ibn Malik ra. bercerita:

Suatu hari Nabi Muhammad saw. berkunjung ke rumah Siti Fatimah ra. lalu, Fatimah mengadu kepada beliau bahwa ia sekeluarga belum makan sejak tiga hari. Nabi pun memperlihatkan perutnya yang diganjal batu.

Beliau bersabda: Fatimah, kalau kalian belum makan sejak tiga hari, Ayahmu sudah empat hari belum mencicipi makanan sama sekali.

Lalu Rasulullah saw. meninggalkan rumah Fatimah sambil bergumam, “Kasihan Hasan dan Husain yang sedang kelaparan!”. Beliau terus menyusuri jalan-jalan sekitar Madinah hingga melewati Pasar.

Rasulullah berniat untuk mencari rezeki agar kedua cucunya dan putrinya tidak lagi kelaparan. Di tengah jalan, dia melihat seorang Badui sedang menimba air.

Rasulullah segera menghampiri seorang Badui itu. "Hai, Badui. Adakah pekerjaan yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Rasulullah kepada Badui itu.

"Iya," Badui menjawab.

"Apa pekerjaan itu?" tanya Rasulullah lagi.

"Menimbakan air di sumur ini," kata Badui itu.

Rasulullah kemudian mengerjakan pekerjaan itu, dan mendapat upah berupa tiga butir kurma. Rasulullah memakan buah kurma itu dan melanjutkan pekerjaan.

Rasulullah pun berhasil menimba sebanyak delapan kali. Tetapi, saat kesembilan kalinya, tali timba terputus dan timba itu terjatuh ke dalam sumur.

Rasulullah berhenti sejenak dan merasa kebingunan. Melihat hal itu, si Badui itu menghampiri, memarahi kemudian menampar Rasulullah, dan membayar apa yang sudah dikerjakan Rasulullah sesuai dengan upah yang ditentukan, yakni 24 butir kurma.

Rasulullah menerima upah itu tanpa terlihat wajah marah sama sekali. Kemudian Rasulullah turun ke dalam sumur untuk mengambil timba dan diserahkan kepada Badui itu.

Si Badui kemudian meninggalkan Rasulullah, kemudian Rasulullah pulang ke rumah Fatimah. Di tengah perjalanan, si Badui itu tertegun, "Jangan-jangan yang aku tampar tadi Muhammad."

Si Badui itu kemudian memotong tangan yang tadinya dipakai untuk menampar Rasulullah. Darah bercucuran dari lengannya hingga dia pingsan.

Beberapa Musafir melihat si Badui itu kemudian mencoba membuat si Badui tersadar dengan terus menyiramkan air. Si Badui itu siuman. "Musibah apa yang menimpamu?" tanya salah satu Musafir. "Saya telah menampar seseorang yang saya kira adalah Muhammad. Makanya saya potong tangan saya karena takut mendapat musibah," kata si Badui.

Badui itu kemudian menuju masjid untuk mencari Rasulullah. Tetapi, dia tidak menemukan Rasulullah di masjid itu.

Dia kemudian menuju rumah Fatimah dan berteriak-teriak memanggil Rasulullah. Saat itu, Rasulullah sedang mendudukkan kedua cucunya di atas kedua pahanya sambil menyuapkan kurma kepada Hasan dan Husain.

Mendengar teriakan itu, Rasulullah menyuruh Fatimah untuk melihat siapakah dia. Fatimah kemudian melihat keluar dan terkaget karena mendapati Badui yang terpotong tangannya.

Dia segera menghadap Rasulullah dan menyampaikan ada Badui yang tangannya terpotong. Mendengar perkataan Fatimah, Rasulullah segera beranjak dari tempat duduk dan menemui si Badui itu.

Melihat Rasulullah, si Badui itu kemudian meminta maaf. "Maafkan saya Muhammad. Saya tidak mengenalmu," kata Badui itu.

"Mengapa tanganmu terpotong?" tanya Rasulullah penuh keheranan.

"Tidak akan kekal tanganku yang telah menamparmu," jawab si Badui.

"Masuklah Islam, supaya kau selamat," kata Rasulullah menganjurkan.

Badui itu masih belum yakin kepada Rasulullah. "Hai, Muhammad. Jika kau memang benar Nabi, perbaikilah tanganku!" kata si Badui.

Rasulullah kemudian menempatkan telapak tangan yang terpotong itu ke lengan asalnya dan mengusap tangan itu. Akhirnya, tangan tersebut kembali tersambung dan orang Badui itu masuk Islam.

(Dikutip dari buku 'Kisah Orang-orang Sabar' Nasiruddin)
Nabi Sulaiman a.s. dan Seekor Semut

Nabi Sulaiman a.s. dan Seekor Semut

Kisah Teladan Islam untuk kanak-kanak - Kerajaan Nabi Sulaiman a.s. dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman a.s. mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah s.w.t. agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka. Baginda Sulaiman a.s. kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah s.w.t. agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman a.s. melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman a.s. kemudian mendengar sang semut mulai berdoa memohon kepada Allah s.w.t. penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. 

Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah s.w.t. Mendengar doa si semut maka Baginda Sulaiman a.s.kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "Kita segera pulang, sebentar lagi Allah s.w.t. akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah s.w.t. telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.

Suatu hari Baginda Sulaiman a.s. sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman a.s terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya: "Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?. Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah s.w.t. berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun. 

Baginda Sulaiman a.s. kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, "Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu". Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman a.s.. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman a.s. datang melihat keadaan si semut. 

Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman a.s. bertanya kepada si semut, "Hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu" "Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah s.w.t. yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi kerana engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.

sumber :
Nabi Sulaiman a.s. dan Seekor Semut - kisah teladan
BIDADARI UNTUK UMAR R.A.

BIDADARI UNTUK UMAR R.A.

Umar r.a. adalah salah satu dari sahabat Rasulullah s.a.w. Semenjak ia memeluk Islam kaum muslimin seakan memperoleh suatu kekuatan yang sangat besar. Sejak itulah mereka berani solat dan tawaf dikaabah secara terang-terangan. Umar r.a. adalah seorang yang wara, ia sangat teliti dalam mengamalkan Islam. Umar r.a. mempelajari surah Al-Baqoroh selama 10 tahun, ia kemudian melapor kepada Rasulullah s.a.w. , "Wahai Rasulullah s.a.w. apakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqoroh, apabila belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya".

Rasulullah s.a.w.  menjawab, "Sudah..."!. Umar r.a. mengamalkan agama sesuai dengan kehendak Allah s.w.t. Kerana kesungguhannya inilah maka banyak ayat di Al-Quran yang diturunkan Allah s.w.t. berdasarkan kehendak yang ada pada hatinya, seperti mengenai pengharaman arak, ayat mengenai hijab, dan beberapa ayat Al-Quran lainnya.

Rasulullah s.a.w. seringkali menceritakan kepada para sahabatnya mengenai perjalannya mi'raj menghadap Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w. sering pula menceritakan bagaimana keadaan surga yang dijanjikan Allah s.w.t. kepada sahabat-sahabatnya. Suatu hari ketika Rasulullah s.a.w. dimi'rajkan menghadap Allah s.w.t. malaikat Jibril a.s. memperlihatkan kepada Rasulullah s.a.w. taman-taman surga. Rasulullah s.a.w. melihat ada sekumpulan bidadari yang sedang bercengkrama. 

Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya. Bidadari itu menyendiri dan tampak sangat pemalu. Rasulullah s.a.w.  bertanya kepada Jibril a.s., "Wahai Jibril, bidadari siapakah itu"?. Malaikat Jibril a.s. menjawab, "Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu Umar r.a.". Pernah suatu hari ia membayangkan tentang surga yang engkau ceritakan keindahannya. Ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari yang lainnya. 

Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. Kerana sahabat-mu itu selalu memenuhi kehendak Allah s.w.t. maka saat itu juga Allah s.w.t. menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendaki hatinya".

sumber :
BIDADARI UNTUK UMAR R.A.
RASULULLAH S.A.W. MENDATANGI KAFILAH DAGANG

RASULULLAH S.A.W. MENDATANGI KAFILAH DAGANG

Dari kejauhan gumpalan debu padang pasir membumbung ke langit. Debu-debu yang berterbangan itu dapat terlihat dari kejauhan bertanda ada satu rombongan kafilahÏ akan datang mendekati kota Mekkah. Rasulullah s.a.w. melihat gumpalan debu dari kejauhan itu segera pulang ke rumah. Nabi Muhammad s.a.w. langsung menyiapkan perbekalan dan membungkusnya. Setelah itu Rasulullah s.a.w. menunggu di pintu gerbang kota Mekkah. 

Kafilah itu rupanya tidak memasuki kota Mekkah mereka hendak menuju tempat lain. Rasulullah s.a.w. mendekati kafilah itu dan mencari pimpinan rombongan kafilah tersebut. Setelah berjumpa dengan pemimpin kafilah itu Rasulullah s.a.w.  meminta izin untuk dapat ikut serta di dalam rombongan tersebut. Beliau, Rasulullah s.a.w.  telah diizinkan. 

Rasulullah s.a.w.  mulailah berdakwah kepada mereka, kepada setiap orang dalam rombongan itu Rasulullah s.a.w.  telah sampaikan kebesaran Allah s.w.t. dan mengajak mereka untuk menerima Islam. Setelah semua orang mendapat penjelasan dari Rasulullah s.a.w. , Rasulullah s.a.w. pun meminta izin kepada pimpinan rombongan untuk pulang kembali ke Mekkah. 

Rasulullah s.a.w. kembali ke kota Mekkah dengan berjalan kaki sedangkan kafilah tersebut telah melalui kota Mekkah sejauh satu hari satu malam perjalanan. Rasulullah s.a.w. hanya inginkan setiap orang memiliki kalimah Laalilaahaillallaah dan selamat dari adzab yang pedih kelak di akhirat.


sumber :
RASULULLAH S.A.W. MENDATANGI KAFILAH DAGANG
RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w  melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w.  wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

sumber :
RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA
GUNUNG MENANGIS TAKUT TERGOLONG BATU API NERAKA

GUNUNG MENANGIS TAKUT TERGOLONG BATU API NERAKA

Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w.. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahawa Nabi Muhammad s.a.w. akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka Baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; "Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya Baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar."

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar Baginda s.a.w. selesai dari hajatnya. Maka Uqa'il kembali ke tempat pohon-pohon itu.

Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka Baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"

Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan Baginda s.a.w. itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah s.w.t.  menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."

Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi Muhammad s.a.w., tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan Rasulullah s.a.w., maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus, Nabi Muhammad s.a.w. berkata, "Hendak apakah kamu terhadap unta itu ?"

Jawab orang kampungan itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya, "Mengapa engkau menderhakai dia?" Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan solat Isya'. Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isay' itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah s.w.t.  menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad s.a.w. mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya'. Dan Baginda Nabi Muhammad s.a.w. menyerahan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.

sumber :
GUNUNG MENANGIS TAKUT TERGOLONG BATU API NERAKA
MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KERANA MENGHORMATI TETAMU

MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KERANA MENGHORMATI TETAMU

Teladan Nabi
Seorang telah datang menemui Rasulullah s.a.w.  dan telah menceritakan kepada Baginda s.a.w. tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu Baginda s.a.w. tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri Baginda s.a.w. mahupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. Baginda s.a.w. kemudian bertanya kepada para sahabat,"Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku?" Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah s.a.w. , saya sanggiup melakukan seperti kehendak tuan itu."

Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahawa orang ini ialah tetamu Rasulullah s.a.w. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." Lalu isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?"

Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahawa saya tidak makan bersama-samanya." Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan." (Al-Hasy : 9)

Sumber :
http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/1001kisahteladan4.htm
SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH

SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH

Suatu ketika tatkala Rasulullah s.a.w. sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui Baginda s.a.w.. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah s.a.w. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Rasulullah s.a.w. , menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Rasulullah s.a.w. . Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.

Rasulullah s.a.w.  menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad s.a.w.. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar?" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah s.w.t. akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasulullah s.a.w. , maka Baginda s.a.w. pun bersabda,: "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Rasulullah s.a.w. berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah s.w.t.."

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Rasulullah s.a.w.. Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah s.w.t. di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Rasulullah s.a.w. menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

NAMA-NAMA SYURGA DAN NERAKA

Tingkatan dan nama-nama syurga ialah :-

1.    Firdaus
2.    Syurga 'Adn
3.    Syurga Na'iim
4.    Syurga Na'wa
5.    Syurga Darussalaam
6.    Daarul Muaqaamah
7. Al-Muqqamul Amin
8.    Syurga Khuldi

Sedangkan tingkatan dan nama-nama neraka adalah :-

1.    Neraka Jahannam
2.    Neraka Jahiim
3.    Neraka Hawiyah
4.    Neraka Wail
5.    Neraka Sa'iir
6.    Neraka Ladhaa
7.    Neraka Saqar
8.    Neraka Hutomah

Sumber :
http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/1001kisahteladan4.htm
KISAH TELADAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW

KISAH TELADAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW

KISAH TELADAN KITA RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Kalau ada pakaian yang koyak,

Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing

untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah,

bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,

sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya

untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina ‘Aisyah menceritakan:

”Kalau Nabi berada di rumah,

beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan,

beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,

dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.

Tentulah baginda amat lapar waktu itu.

 Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.

Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,

 “Belum ada sarapan ya Khumaira?”

(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,

“Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.”

Rasulullah lantas berkata,

”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.”

tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda,

“sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu

langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :

“Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”

“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,

kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?

Kami yakin engkau sedang sakit…”

desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.

Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

“Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?”

Lalu baginda menjawab dengan lembut,

”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka,

seluas-luasnya untuk baginda,

baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,

 terus-menerus beribadah,

hingga pernah baginda terjatuh,

lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.

Fisiknya sudah tidak mampu menanggung

kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah,

“Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak,

“Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah s. a. w. bersabda,

“Sampaikan pesanku walau sepotong ayat”



Sumber :
http://www.meriwardanaku.com/2010/05/kisah-tauladan-kita-rasulullah-muhammad.html

Semut dan Belalang

Cerita dongeng bermoral untuk kanak-kanak - Semut dan Belalang.

Cerita Pendek Dalam bidang satu musim panas hari Belalang melompat tentang, berkicau dan bernyanyi sesuka hati-nya. Sebuah Ant lewat, bantalan bersama dengan upaya besar telinga jagung ia mengambil ke sarang.

 "Mengapa tidak datang dan chatting dengan saya," kata Belalang, "bukannya bekerja keras dan moiling pergi?" "Saya membantu untuk meletakkan makanan untuk musim dingin," kata Ant, "dan menyarankan Anda untuk melakukan hal yang sama." "Mengapa repot-repot tentang musim dingin?" kata Belalang; "Kami sudah mendapat banyak makanan saat ini."

 Cerita Pendek Tapi Ant melanjutkan perjalanan dan terus kerja keras nya. Ketika musim dingin datang belalang menemukan dirinya mati kelaparan, sementara itu melihat semut mendistribusikan, setiap hari, jagung dan gandum dari toko-toko mereka telah dikumpulkan di musim panas.
 Kemudian Grasshopper tahu ..

 MORAL: KERJA HARI INI DAN ANDA BISA REAP MANFAAT BESOK!

Kura-Kura

Cerita Bermoral Untuk Kanak-kanak - Kura-kura

Pendek StoriesThere sekali adalah Kelinci cepat yang membual tentang seberapa cepat dia bisa berlari. Bosan mendengar dia membanggakan, kura-kura menantangnya untuk perlombaan. Semua binatang di hutan berkumpul untuk menonton.

The Hare berlari di jalan untuk sementara dan kemudian berhenti dan beristirahat. Dia kembali menatap kura-kura dan berteriak, "Bagaimana Anda berharap untuk memenangkan perlombaan ini ketika Anda berjalan di sepanjang di lambat, lambat Anda?"

The Hare membentang dirinya keluar di sepanjang jalan dan jatuh tertidur, berpikir, "Ada banyak waktu untuk bersantai."

Kura-kura berjalan dan berjalan; tidak pernah berhenti sampai ia datang ke Cerita finish line.Short

Hewan-hewan yang menonton bersorak begitu keras untuk Kura-kura, yang mereka bangun Kelinci. The Hare menggeliat dan menguap dan mulai berlari lagi, tapi sudah terlambat. Kura-kura sudah melewati garis.

MORAL: lambat dan mantap memenangkan perlombaan

Bangau Yang Pintar dan Rubah yang Licik

Bangau Pintar dan Rubah Yang Licik - Cerita Dongeng untuk kanak-kanak

Cerita Pendek Sekali pada suatu hari, hiduplah seekor rubah yang sangat licik yang selalu ingin menipu dan menipu orang lain dengan tindakan mengerikan dan bodoh nya. Rubah digunakan untuk menipu orang lain dengan pikiran licik nya. Ia digunakan untuk berbicara dengan hewan lain manis untuk membuat dia dipercaya.

Suatu hari ia mencoba untuk menipu dan bersenang-senang dengan bangau. Dia berteman bangau dan memperoleh kepercayaan.

Rubah bertindak seperti teman yang sangat baik dan peduli banyak untuk bangau. Suatu hari, ia mengundang bangau untuk memiliki pesta dengan dia dan dia ingin memperlakukan temannya dengan makanan lezat. Happy bangau menerima undangan.

Rubah berjanji untuk menawarkan makanan kaya dan lezat untuk bangau. Mengingat makan malam yang lezat diusulkan oleh rubah, bangau tetap lapar sepanjang hari.

Fox mengambil bangau ke rumahnya. Dia meminta maaf kepada bangau bahwa ia tidak bisa membuat apa-apa karena penyakitnya dan menawarkan beberapa sup. Bangau meskipun kecewa, merawat rubah dan senang dengan sup.

Rubah licik menawarkan sup dalam mangkuk dangkal. Bangau tertegun untuk memiliki sup dalam mangkuk dangkal! Tagihan panjang bangau mencegahnya untuk mengambil sup. Sebagai rubah mudah menjilat sup dari piring, bangau tidak dapat bahkan rasa sedikit sup. Itu hanya menyentuh sup dengan ujung tagihan nya.

The Fox meminta bangau, 'Bagaimana sup? Apakah kau tidak seperti itu? "
Bangau Hungry menjawab, "Oh itu baik, tapi aku punya sakit perut dan aku tidak bisa mengambil lagi sup!"
"Saya minta maaf untuk mengganggu Anda", kata rubah.

Bangau itu menjawab, "Oh, jangan minta maaf. Saya memiliki beberapa masalah kesehatan dan tidak dapat menikmati apa yang Anda tawarkan. Silakan menjaga kesehatan Anda. "
Dia meninggalkan tempat berterima kasih kepada rubah!

Namun, bangau mengerti bahwa itu ditipu oleh rubah dan memutuskan untuk memberinya pelajaran. Setelah beberapa hari, rubah bertemu bangau lagi dan memutuskan untuk bermain lelucon lain di bangau. Kali ini giliran bangau itu. Bangau menyambut rubah bahagia dan diundang untuk membayar kembali mengunjungi untuk makan malam.

Rubah senang dan mereka memutuskan berkencan untuk makan malam. The Stork meminta makanan favorit rubah dan menawarkan untuk memasak sama untuk makan malam.
Hari StoriesThe pendek tiba dan rubah mencapai tempat bangau itu. Bangau yang disajikan sup untuk rubah dan memintanya untuk memiliki sup pertama.

Sup disajikan dalam botol yang sempit dengan-leher panjang. Bangau mampu minum sup sangat mudah dengan tagihan yang panjang, namun rubah tidak bisa.

Bangau meminta rubah untuk menikmati sup. Dan menunjukkan beberapa hidangan lezat dalam stoples berleher panjang. Rubah kecewa berkata, "Perutku sangat menyakitkan. Aku pergi sekarang 'dan meninggalkan tempat berjalan.

Telur Emas

Telur Emas - Cerita Untuk Kanak-kanak
 
Cerita Pendek Sekali ketika singa sedang tidur, Sekali waktu, seorang pria dan istrinya memiliki nasib baik untuk memiliki angsa yang meletakkan telur emas setiap hari. Beruntung meskipun mereka, mereka segera mulai berpikir mereka tidak mendapatkan cukup cepat kaya.
 
Mereka membayangkan bahwa jika burung harus mampu bertelur emas, bagian dalam yang harus terbuat dari emas. Dan mereka berpikir bahwa jika mereka bisa mendapatkan semua yang logam mulia sekaligus, mereka akan mendapatkan perkasa kaya segera. Jadi pria dan istrinya memutuskan untuk membunuh Cerita bird.

Namun, setelah memotong angsa terbuka, mereka terkejut menemukan bahwa isi perutnya yang seperti itu dari setiap angsa lainnya!
 
MORAL: BERPIKIR SEBELUM ANDA BERTINDAK

Motivasi Do'a untuk kanak-kanak

Bismillahirrohmanirrohim
Ya Allah ya Salam

Kеtika еngkau mеnеbar kеsеlamatan pada hari ini,
maka dahulukanlah untuk anakku ini…
Ya Rahman Ya Rohiim
Jadikanlah ia dalam golongan orang yang sеlalu mеnеrima rahmat kasih sayang-MU

Ya rozaaq ya Basith
Luaskan rizki dan barokah untuknya
Ya barii
Mudahkanlah hidupnya, sеmbuhkan sеgala pеnyakit dalam jasad dan ruhnya.

Cerita Anak Anak - Padi Emas

Pada suatu masa, Raja Cahaya Santaka dari kayangan turun bermain-main di bumi. Baginda membawa isteri dan tujuh puteri baginda yang jelita. Ramailah sekalian rakyat jelata mengiringi baginda bermain-main itu.
 
Ketika berada di bumi, tujuh puteri baginda itu terlalu suka mandi-manda di sungai yang jernih airnya. Ada banyak batu-batu besar di tebing sungai itu. Ketujuh-tujuh orang puteri itu akan mengutip bunga-bungaan yang berkembang mekar di hutan tempat mereka berhenti itu.

       Ketika di bumi, setiap mereka di bekalkan dengan seuncang padi emas. Selalulah mereka menabur padi emas itu di celah-celah batu. Mereka suka melihat cahaya pantulan emas di celah-celah batu itu.

       Apabila hendak pulang, mereka akan mengutip semula padi emas itu. Padi emas itu akan di masukkan semula ke dalam uncangnya. Begitulah halnya setiap kali mereka turun bermain.

       Pada suatu hari, ketika mereka bermain, puteri yang ketujuh menabur padi emas di celah-celah batu. Tapi malangnya, ketika mereka hendak pulang, semua padi itu telah hilang. Raja Cahaya Santaka terlalu murka akan puteri ketujuh baginda. Menurut baginda satu malapetaka akan terjadi di negeri baginda di kayangan.

       Lalu puteri ketujuh di tinggalkan di bumi untuk mencari padi emas itu. Mereka yang lain semuanya pulang ke kayangan. Puteri ketujuh sentiasalah mencari padi emas yang hilang itu. 

      Bebarapa hari kemudian dia melihat anak benih menghijau tumbuh di celah-celah batu di situ. Makin lama anak benih itu semakin membesar dan akhirnya berbuah.

       Duduklah puteri ketujuh dari musim ke musim menanam padi dari benih yang di dapatinya itu. Akhirnya kawasan padinya semakin luas. Kemudian ramailah orang datang  mengambil benih padi daripadanya. Tidaklah dia pulang kekayangan lagi.


Artikel Kisah Lainnya ...

Semut dan Merpati

Ayam Jantan dan Rubah

Rubah dan Gagak

Harimau Dengan Bayang-bayangnya

Kerbau balar

Arnab Yang Pemalas

Kera Tiada Berumah

Burung Tiung Menyelamatkan Tikus

Kawan Yang Tidak Jujur

Kanggaru Dengan Rakan-rakannya

Anak Ikan Yang Suka Menipu

Arnab Yang Rajin Bekerja

Katak Yang Suka Berlagak


Copyright © 2012-2099 ^_^ Seribu Satu Kisah ^_^ - Dami Tripel Template Level 2 by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.
Valid HTML5 by Ardi Bloggerstranger - Seo redesign by Infoindong.com.